Selasa, 27 Maret 2012

Kebudayaan Daerah Merupakan Sumber Kebudayaan Nasional

Pemeliharaan Kehidupan Budaya Kesenian Tradisional Dalam
Pembangunan Nasional

Berbicara masalah budaya dan kebudayaan secara luas, pengertian yang paling dekat yang dapat kita ambil adat kebiassaan dan norma-norma yang berlaku pada suatu masyarakat yang mengatur tata cara dan tata krama dan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat dan itu berlaku bagi siapapun yang menjadi anggota masyarakat tersebut secara turun temurun. Jika kita melihat lebih jauh lagi, budaya dan kebudayaan itu bukan hanya adatkebiasaan yang berlaku, akan tetapi mempunyai pengertian yang lebih luas yang dapat kita tinjau dari berbagai sudut pandang yang mungkin saja dapat mengarahkan kita kepada pengertian yang lebih tepat, dan mungkin juga dapat membuat kita salah lebih jauh lagi mengartikan menurut arti yang sesungguhnyan. Hal tersebut dijelaskan oleh Koentjaraningrat yang mengutip pendapat dua ahli antropologi yaitu A. L. Kroeber dan C. Kluckhobn, dalam bukunya yang berjudul Culture, A Critical Review of Concept and Definitions (1952) yang menyebutkan sebagai berikut; “Ternyata bahwa ada 179 buah definisi mengenai kebudayaan yang pernah diterbitkan". (1982.99). Begitu banyak orang membuat pengertian dan definisi tentang budaya dan kebudayaan itu dalam arti bahwa pengertian budaya dan kebudayaan tersebut sangat luas, sehingga membuat kita terkadang juga tidak mengerti apa dan bagaimana budaya dan kebudayaan itu yang sebenarnya, hal ini sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat yang mengatakan sebagai berikut; “...untuk menganalisis konsep
kebudayaan itu sangat luas ruang lingkupnya". (1982. 100). Lebih jauh dijelaskan bahwa;
"...kita harus melakukannya dua dimensi, yaitu dimensi wujud dan dimensi dari
kebudayaan tersebut". (1982. 100).
Dimensi wujud dari kebudayaan manusia dapat diinventarisir sebagai:
1. Kompleks wujud sebagai gagasan, pikiran manusia untuk sesuatu kebutuhan.
2. Komplek wujud sebagai aktifitas manusia.
3. Komplek wujud sebagai benda-benda.
Dalam mempelajari tentang wujud kebudayaan, ketiga wujud tersebut diatas disebut:
1. Sistim budaya
2. Sistim sosial
3. kebudayaan fisik
Hal ini memberikan gambaran kepada kita tentang wujud dari aktifitas manusia
sebagai mahluk hidup yang diberi akal dan fikiran untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan
hidupnya baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohaninya. Jika dilihat dan dianalisa isi dari kebudayaan manusia pada umumnya dalam suatu
masyarakat terdiri dari unsur-unsur tersebut berlaku pada umumnya terhadap semua
kebudayaan yang ada di seluruh dunia. Unsur-unsur tersebut antara lain:
1. Bahasa
2. Ilmu Pengetahuan
3. Ekonomi
4. Politik
5. Pendidikan
6. Agama den kepercayaan
7. Kesenian
Hal tersebut diatas berlaku untuk semua kebudayaan bangsa-bangsa yang hidup di
atas bumi ini.

Definisi Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2] Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Pengertian kebudayaan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-Unsur

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: alat-alat teknologi ,sistem ekonomi, keluarga , kekuasaan politik .
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
organisasi ekonomi
alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
organisasi kekuatan (politik)

Wujud

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Komponen

Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :

Kebudayaan material

Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

Kebudayaan nonmaterial

Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Lembaga social

Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier

Sistem kepercayaan

Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.

Estetika

Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.

Bahasa

Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.


Pemeliharaan Kebudayaan Nasional

Dilihat dari letak geografis negara kita yang terdiri dari 17.000 buah pulau dan mempunyai kawasan terbesar luas di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia dan dua samudera Pasifik dan samudera Atlantik, menyebabkan beraneka ragamnya kebudayaan dari penduduk yang mendiami kepulauan nusantara kita ini. Hal ini merupakan kekayaan budaya bangsa yang harus dilestarikan dan dibangun sesuai dengan perkembangan peradaban dan kemajuan teknologi dewasa ini. Hal ini merupakan perencanaan pembangunan sosial budaya secara terpadu, seperti yang dikemukakan oleh Jujun. S. Suriasumantri yang menyatakan sebagai berikut; “Tolak ukur pembangunan nasional dengan dernikian tidak terpusat kepada besar-besaran ekonomi semata tetapi sekaligus besarbesaran pembangunan sosial budaya...”. (1987.46). Apabila kita kaitkan dengan istilah lepas landas dalam upaya pembangunan nasional, yang diartikan sebagai sifat kemandirian untuk membangun dengan kekuatan sendiri, dengan demikian dilihat dari sisi ini upaya pembangunan menjelang tahap lepas landas adalah mempersiapkan unsur-unsur kehidupan untuk mencapai kemandirian tersebut. Unsur-unsur kehidupan ini pada hakekatnya merupakan unsur-unsur social budaya dalam pembangunan nasional yang kita lakukan merupakan salah satu bentuk untuk mewujudkan keinginan yang telah digariskan dalam Unoang-Undang Dasar 1945, yaitu untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Pembangunan sosial budaya yang dilakukan merupakan pencerminan suatu peradapan atau sistim kebudayaan nasional yang menampung segenap harkat dan kehendak untuk mencapai kemakmuran dan keadilan.
Dengan tercapainya keadilan dan kemakmuran dengan sendirinya keinginan dan partisipasi masyarakat untuk melakukan aktifitas pembangunan dalam segala bidang akan terangsang dengan berpedoman kepada tata nilai dan, aturan yang ada dalam masyarakat, yang merupakan bentuk peradaban yang menjunjung nilai-nilai tradisi yang telah ada dan berkembang dalam masyarakat yang berarti juga menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat tersebut, yang berarti juga bahwa kebudayaan nasional ikut dibangun dan dijaga kelestariannya. Karena pada hakekatnya kebudayaan nasional itu adalah keseluruhan budaya yang berkembang diseluruh masyarakat yang berakar dari budaya-budaya tradisi dan tersebar diseluruh wilayah nusantara ini, yang menjadi wilayah negara Republik Indonesia.

Dua Fungsi dari Kebudayaan Nasional

Berdasarkan fungsinya yang berbeda dalam kehidupan masyarakat negara
Indonesia, maka kebudayaan nasional dapat berfungsi:
1.  Berfungsi sebagai suatu sistim gagasan dan pralambang yang memberi identitas kepada warga negara Indonesia.
2.  Berfungsi sebagai suatu sistim gagasan dan pralambang yang dapat dipakai oleh
semua warga negara Indonesia yang bhineka itu, untuk saling berkomunikasi dan demikian dapat memperkuat solidaritas.

Dalam fungsinya yang pertama, suatu unsur kebudayaan dapat menjadi suatu
unsur dalam kebudayaan nasional Indonesia apabila unsur itu mempunyai paling sedikit
tiga syarat yaitu:
1.  Harus merupakan hasil karya warga negara sendiri, atau hasil karya orang-orang
zaman dahulu yang berasal dari daerah-daerah yang sekarang merupakan wilayah
negara Indonesia.
2.  Unsur itu harus merupakan hasil karya warga negara Indonesia yang tema pikiran
atau wujudnya mengandung ciri-ciri khas Indonesia.
3.  Harus juga merupakan hasil karya warga negara Indonesia yang oleh sebanyak
mungkin warga negara Indonesia lainnya dinilai sedemikian tingginya sehingga dapat menjadi kebanggaan mereka semua, dan dengan demikian mereka mau mengidentitaskan diri dengan unsur kebuyaan itu.Dalam fungsinya yang kedua, maka unsur kebudayaan dapat menjadi suatu unsure kebudayaan nasional Indonesia apabila unsur itu mempunyai juga paling sedikit tiga syarat. Dua diantaranya sama dengan syarat nomor satu dan dua pada unsur kebudayaan nasional Indonesia dalam fungsinya yang pertama, hanya saja syarat nomor dua menjadi kurang penting, sedangkan syarat nomor tiga bagi unsur kebudayaan nasiona1 Indonesia dalam fungsinya yang kedua berbeda, sehingga dengsn demikian unsur itu harus merupakan hasil karya dan tingkah laku warganegara yang dapat dipahami oleh sebagian besar orang Indonesia yang berasa1 dari kebudayaan suku-suku bangsa, umat agama dan ciri-ciri keturunan ras yang beraneka warna, sehingga dapat menjadi  “gagasan kolektif “ dan unsur-unsurnya dapat berfungsi sebagai wahana komunikasi dan alat untuk menumbuhkan saling pengertian di antara aneka warna orang Indonesia, dan karena itu dapat mempertinggi rasa solidaritas bangsa.

Kesenian Tradisional

Kesenian adalah saIah satu isi dari kebudayaan manusia secara umum, karena dengan berkesenian merupakan cerminan dari suatu bentuk peradapan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan keinginan dan cita-cita dengan berpedoman kepada nilai-nilai yang berlaku dan dilakukan dalam bentuk aktifitas berkesenian, sehingga masyarakat mengetahui bentuk keseniannya. Untuk menjaga kesenian-kesenian yang telah mentradisi dalam kehidupan masyarakat, serta untuk melestarikan kesenian tersebut dalam masa pembangunan dan untuk menghadapi tinggal landas pembangunan nasional kita harns menyadari betul-betul bentuk-bentuk kesenian yang telah mengakar budaya ditengah-tengah masyarakat pendukung kesenian tersebut, yang merupakan pencerminan dari budaya nasional bangsa Indonesia. Hal ini perlu kita sadari agar generasi mendatang mengenal bentuk-bentuk kesenian tradisional bangsanya dan mengembangkan kesenian tersebut sesuai dengan aturan dan norma masyarakat bangsa Indonesia, apalagi menjelang abad ke-20 banyak kebijakan-kebijakan politik dan perdagangan dunia yang memungkinkan tidak terjaringnya budaya-budaya dan jenis-jenis kesenian bangsa lain yang tidak sesuai dengan budaya dan kesenian serta nilai dan norma yang berkembang dalam masyarakat bangsa kita, yang dapat merusak generasi yang akan datang terhadap nilai-nilai budaya dan nilai-nilai luhuran kesenian tradisional bangsa kita sendiri. Fungsi dari berbagai bidang kesenian sebagai unsur-unsur kebudayaan nasional yang dapat menimbulkan rasa bangga kepada banyak orang Indonesia memang tidak dapat disangkal lagi. Unsur-unsur kesenian yang ada saat ini disebut "puncak-puncak kebudayaan daerah". Sama halnya seperti dalam hal kebudayaan nasional Indonesia dengan fungsinya yang pertama, dalam kebudayaan nasional Indonesia dengan fungsinya yang kedua kesenian juga merupakan unsur yang penting. Bedanya ialah apabila dengan kebudayaan pertama kesenian lebih berorientasi kepada kesenian kuno, klasik, atau daerah maka dengan kebudayaan terakhir kesenian lebih berorientasi kepada kesenian masa kini.

Kesenian Masa Kini

Kesenian Indonesia masa kini dapat sangat menonjol dalam seni rupa, kesusastraan dan dalam seni drama termasuk seni film. Ketiga cabang kesenian tersebut memang yang paling kurang terikat kepada nilai-nilai budaya dan adat-istiadat tradisional atau daerah, dan lebih bebas untuk maju pesat dan mencapai mutu yang dapat diterima semua orang dengan berbagai latar belakang kebudayaan suku bangsa yang berbeda, dan dapat dinilai dengan ukuran atau kacamata Internasional. Dengan demikian kemajuan dunia seni rupa, kesusastraan, dan seni drama masa kini, akan merupakan tiga unsure dalam kebudayaan nasional yang disatu pihak dapat memberikan kebanggaan dan identitas kepada seseorang dan dipihak lain dapat pula menjadi alat komunikasi antara setiap orang yang berasal dari beraneka ragam suku bangsa.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

DIMZ. Diberdayakan oleh Blogger.

CLOCKWALKER